Langsung ke konten utama

SUARA UNTUK LOMBOK

https://www.instagram.com/p/BmIfJfAhWOU/?utm_source=ig_share_sheet&igshid=j4sc536aizfy


Hi, kawan-kawan. Kalau bicara tentang Lombok, pasti kita semua sudah tahu bagaimana kesedihan dan duka yang mereka alami. Apa yang terjadi di sana sudah menjadi 'duka publik' masyarakat Indonesia bahkan di luar Indonesia. Banyak yang mengirim bantuan berupa barang, makanan, doa, dan semangat. Saya sendiri, hanya mampu mengirim bantuan dalam bentuk puisi yang saya harap bisa membangkitkan semangat juang dan semangat hidup mereka, kembali. Sebenarnya puisi ini saya tulis pada hari Kamis, 9/08/2018. Namun, karena ada beberapa hal, jadinya saya baru bisa up tulisan ini pada hari ini (Selasa, 28/08/2018). Saya percaya, tidak ada kata terlambat untuk membantu saudara kita sendiri. Semoga ini bisa menjadi do'a yang diaminkan seluruh Indonesia, membuat Jagad Raya mendengar dan Semesta mengabulkan, lewat kehendak Tuhan, Amin. 

Dear kawan di Lombok, ini suara dari pulau nan jauh.

LOMBOK, JANGAN MENANGIS

Tak ada yang lebih duka dari kehilangan nyawa sosok dicinta
Tak ada yang lebih menderita dari terlantar ditinggal keluarga
Tak ada yang lebih lelah dari berjuang sebatang kara
Tidak ada bahagia, tanpa didahului derita

Tawanya kini tak lagi kedengaran
Tangisnya menggelegar memecah keheningan
Doa-doa digemakan, keyakinan ditingkatkan
Tuhan tidak pernah lupa
Tuhan tidak mungkin tinggalkan kita

Lombok, jangan menangis...
Angkat wajahmu dan lengkungkan senyummu
Jangan biarkan duka jadi penghalang
Merampas habis masa depan cemerlang
Jangan biarkan asa tercerai-berai
Karena doa kami tak kenal kata usai

Lombok terluka, Indonesia berduka
Kawan, jangan patahkan semangat mereka
Ciptakan bahagianya meski di atas duka
Tidak banyak yang mereka minta
Hanya doa dan uluran tangan seadanya

Lombok, tersenyumlah...
Kami akan selalu ada di sini
Memelukmu dari jauh, menjagamu lewat doa
Merangkulmu atas nama satu Indonesia.

Semoga puisi ini bisa membangkitkan kembali semangat dan mengukir kembali senyum di wajah mereka. Semoga tidak ada lagi gempa susulan dan semoga Lombok dan sekitarnya bisa kembali normal seperti dulu lagi, seiring berjalannya waktu, Amin.

 'Lombok, jangan menangis, lagi'.

Salam kasih sayang.
-Qiona.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CERITA HARI TUA

-- Terkadang, kita bermimpi dan berkhayal jadi orang dewasa. Bisa pergi kemana saja, berpetualang sesuka hati, punya pencapaian yang berarti, mau beli apa saja tanpa perlu ada izin mami papi, dan masih banyak lagi, terutama soal cinta. Waktu kecil, saya melihat anak remaja yang bersua dengan pasangannya. Mereka sangat menyatu, membagi rasa, membagi kasih, dan banyak sekali pengalaman yang mereka ciptakan bersama. Waktu kecil, saya ingin sekali jadi orang dewasa, biar bisa melakukan apa saja yang saya suka, tapi ketika masa itu sudah saya genggam, perlahan saya menyerah dengan keadaan.  "Semua tidak semudah yang kubayangkan". Begitu yang sering kubilang tatkala mengeluh pada kenyataan.  Ternyata, jadi orang dewasa itu lebih menegangkan. Kalau kata andai bisa dikabulkan, saya akan meminta andai saya jadi anak kecil saja. Yang bahagianya sangat sederhana, yang kesukaannya bisa ia genggam hanya dengan tangisan saja. kalau jadi dewasa, apa yang diinginkan harus diusahakan sek...

Hari ke-1

Bulan ini, ibu saya akan berulang tahun yang ke 53 tahun. Tapi, sampai di hari ke 12 di bulan ini, saya sangat sepi job. Bahkan sebenarnya saya tidak punya uang samasekali. Ada sih beberapa job yang masuk, tapi cuma collab dan bayarannya cuma makan (Alhamdulillah, bersyukur!). Bersyukur bgt sebenarnya, karena walaupun bukan uang kan itu juga termasuk rezeki dari Allah. Tapi, tolong ini buat teman-teman saya, yang punya projekan, plis janganlah selalu mengandalkan projek thankyou, soalnya tiap orang punya keperluan beda-beda, kadang-kadang mereka punya keperluan mendesak, sama kayak saya sekarang ini. Niat kerja kumpulkan uang biar bisa beli kado buat ibu, biar bisa pulang kampung kasih surprise ke beliau, tapi sampai hari ini masih belum terkumpul uangnya seeepeserpun. Bukan, tulisan ini bukan untuk meminta sumbangan pembaca-pembaca. Bukan. Saya cuma mau tulisan ini menjadi jejak. Mari kita lihat seperti apa dunia berpihak pada niat baik saya untuk merayakan hari ulang tahun ibu saya d...

REVIEW FILM "ZERO" karya Mihir Mahidar

Film ini dimulai dengan teknik pengambilan gambar "extreme long shot" yaitu pengambilan gambar dari jauh hingga menampakkan pemandangan yang sangat luas disekitar objek. Di awal film kita disuguhkan pemandangan disebuah desa pegunungan yang tandus dan gersang. Hal inilah yang menurut saya menyiratkan informasi mengenai tempat yang akan diceritakan dalam film ini. Dan secara tersirat menjawab pertanyaan "di mana". Kemudian dipertegas lagi dengan adanya pembatas jalan yang bertuliskan "Nanakheda 10 km". Film yang ditulis oleh Mihir Mahidhar ini secara keseluruhan menceritakan tentang kehidupan seorang anak laki-laki yang tinggal sebatang kara, menghabiskan waktunya sepanjang hari menjaga warung tua peninggalan ibunya. Setiap hari orang hanya lewat, kendaraan lalu lalang tanpa satupun yang berminat untuk singgah. Jujur, ada satu hal yang buat saya bertanya-tanya. Di beberapa bagian dalam film ini, ada yang menampilkan bendera putih lusuh serta bendera...