Langsung ke konten utama

Postingan

Latihan jadi anak Gehooolll!

Gokil banget! Hari Selasa, tanggal 26 Oktober 2021, gue seharian rebahan di rumah aja. Sebenarnya harus ngantor, tapi karena masih anak baru dan statusnya masih magang, terus tiba-tiba tadi malem gue mimpi indah ampe lupa bangun, akhirnya gue kesiangan, dan auto izin deh di kantor. Kantor gue fleksibel, jadi gue bilang aja, lagi ada job di luar. Sampai situ, urusan kerjaan, aman! Lanjut lagi ke mimpi gue, eh maksudnya ke bangun tidur gue. Jadi berhasil keluar dari dunia mimpi ke dunia nyata itu pada jam 11.30 yang pas gue buka mata langsung mendapati tanteku ngomel dan bilang "anak gadis baru bangun jam segini, ibumu marah itu kalau tau". Gue gosok-gosok mata (belum gosok gigi karena ini lagi d atas kasur). Dan selebihnya gak ngegubris omelan tanteku, telan aja laahh telan.  Gue beranjak, cuci muka, habis itu merebahkan diri lagi, scroll-scroll ig, pindah ke YouTube, eh ada notif! Doi WhatsApp. "Syg aku baru bgn". Hm! Dasar cowok baru bangun jam segini. Alias dalam ...

Hari ke-1

Bulan ini, ibu saya akan berulang tahun yang ke 53 tahun. Tapi, sampai di hari ke 12 di bulan ini, saya sangat sepi job. Bahkan sebenarnya saya tidak punya uang samasekali. Ada sih beberapa job yang masuk, tapi cuma collab dan bayarannya cuma makan (Alhamdulillah, bersyukur!). Bersyukur bgt sebenarnya, karena walaupun bukan uang kan itu juga termasuk rezeki dari Allah. Tapi, tolong ini buat teman-teman saya, yang punya projekan, plis janganlah selalu mengandalkan projek thankyou, soalnya tiap orang punya keperluan beda-beda, kadang-kadang mereka punya keperluan mendesak, sama kayak saya sekarang ini. Niat kerja kumpulkan uang biar bisa beli kado buat ibu, biar bisa pulang kampung kasih surprise ke beliau, tapi sampai hari ini masih belum terkumpul uangnya seeepeserpun. Bukan, tulisan ini bukan untuk meminta sumbangan pembaca-pembaca. Bukan. Saya cuma mau tulisan ini menjadi jejak. Mari kita lihat seperti apa dunia berpihak pada niat baik saya untuk merayakan hari ulang tahun ibu saya d...

SAMA SAMA TERUS, YA!

Izinkan saya bercerita tentang satu orang yang telah bawa banyak hal baik ke hidup saya. Izinkan saya bercerita tentang satu manusia yang telah berhasil mengubah sudut pandang saya tentang dunia. Satu manusia yang berhasil buat saya menangis dan tersenyum dalam satu waktu. Manusia aneh, paaaling keras kepala, tapi selalu membuat saya merasa saaangaattt dicintai, saaangaattt dihargai. Satu-satunya manusia di hidup saya, yang ketika menceritakan hal yang sama, saya selalu bersedia mendengarnya berulang kali, puluhan kali, ratusan kali, ribuaann kali. He's my boyfriend. Kami saling menganggap satu sama lain sebagai teman. Teman hidup. Banyak yang justru mengira kami ini memang hanyalah sebatas teman biasa. Dan banyak juga dari mereka yang akhirnya salut dengan hubungan kami berdua. Katanya, "gaya pacaran kalian itu keren". Entahlah, entah darimana mereka melihat keistimewaan antara kami berdua. Kami bahkan hanya menganggap ini sebagai sebuah kekonyolan, kadang-kadang. Hehehe...

UNTUK IBUKU; KITA BERJARAK TAPI HATI KITA DEKAT

TANPA JEDA Masih kuingat jelas aroma tubuhmu Kala kau peluk aku Saat dingin mendekam diantara kita Kupejamkan mata terlelap tanpa lara Saat kubuka mataku Perlahan kutemui wajah senyummu Merekah, memesona, menghangatkan jiwaku Dengan jemari kasih kau belai rambutku Bersenandung indah mengukir rindu Ibu... Aku tidak ingin berhenti menatap wajahmu Aku tidak ingin ada jeda yang memisahkanku denganmu Semesta tidak akan cemburu Sekalipun cerita yang kita ciptakan sudah beribu-ribu Setiap pagi, k ujumpai namaku di sudut matamu Bukti kasih sayangmu yang selalu utuh Kala kau genggam jemariku, lalu kehangatan menghampiriku Sungguh, tidak akan pernah habis rinduku untukmu Semesta... Aku mencintai ibu tanpa jeda Maka jangan biarkan ia terluka Napasku jadi taruhannya

PUISI

Apa yang memar dan patah? Apa yang tidak pernah sembuh? Apa yang berenang di kepala? Apa yang telah direnggut waktu? Apakah cinta hanya tentang patah dan kecewa? Apakah ragu hatimu disaat yakinku berlipat dua? Apakah sudi peranmu digantikan orang lain? Kenapa pisah? Kenapa sudah? Kita harusnya dua jadi satu Bukan akhirnya satu jadi terbelah dua Tangan harusnya ada tuk merangkul Bukan untuk memukul Hati harusnya tempat berlabuh, bukan tempat bertumpuk peluh

SEBULAN TANPA MEDSOS? EMANG BISA?

Pernah merasa sangat lelah padahal tidak melakukan apa-apa? Pernah merasa bosan dengan hidup yang begitu-begitu saja? Pernah merasa tidak punya cukup waktu dalam 24 jam? Pernah merasa sulit fokus? Susah tidur? Cemas berlebihan? Stress? Pernah? Tenang. Kamu tidak sendiri. Saya bahkan merasa saya telah kehilangan diri saya.  I'm losing my self.  Saya bingung, seperti ada hal yang lama telah terkubur, tertinggal, terlupakan dalam hidup saya. Rasa kehilangan itulah yang membuat saya bahkan tidak mengenali siapa diri saya sebenarnya, apa tujuan hidup saya, mau ke mana, sejauh apa saya melangkah, bahkan lupa pada mimpi-mimpi yang dulu selalu jadi alasan saya tersenyum di awal hari. Hingga pada suatu waktu, ketika saya sedang asyik  scrolling  instagram, saya terhentak. Seperti terpukul jiwa saya. Tiba-tiba saja muncul kalimat dalam kepala saya yang entah datang dari mana "Apa semua ini nyata atau cuma tren  faking life ? Mau sampai kapan bohongi diri se...

CERITA ANAK JALANAN

Perkenalkan, Alda dan Dina. Dua manusia kuat yang berhasil menamparku secara halus, bahwa hidup bukan melulu tentang jabatan dan uang. Ada manusia di bawah kita. Yang hidup namun seperti tak hidup. Yang tertawa lepas karena kesedihan yang mau tidak mau musti mereka terima. Tepat di hari Jumat, 20 September 2019 pukul 19.54. Aku berjalan di depan Indomaret Adhyaksa Baru, samar-samar aku dengar ada yang sedang memanggilku, aku berbalik dan menemukan dua gadis kecil dengan pakaian lusuh sedang tersenyum ke arahku, mereka menghampiriku. "kak, kak". Kami memang saling kenal karena aku ikut mengajar di tempat mereka sering ngaji. Singkat cerita, akhirnya kami mengobrol di depan masjid yang ada di samping Indomaret, sambil tertawa-tawa, sambil sedih juga sih sebenarnya. Jadi aku tanya ke mereka, tadi kenapa ngga ikut ngaji? Terus awalnya mereka jawab "bajuku kotor kak, hehe". Tapi setelah aku tanya kedua kalinya, akhirnya mereka jawab "dilarangka pergi mengaji...