Ga,- Untukmu, seseorang yang tak mampu kusebutkan namanya. Ini aku, yang sedang merindukanmu sendirian. Maaf bila kau baca tulisan ini, kamu merasa tidak baik. Dan memang, aku menulis ini karena hatiku sedang tidak baik-baik saja. Aku merindukanmu, dan itu sulit untuk tidak diakui. Kamu apa kabar? Baik-baik, kan? Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat, dan sudah lebih dari dua bulan kisah itu berakhir. Kamu tahu, kan, perihal rindu? Sesuatu yang tidak mampu untuk disembunyikan terlalu lama, sesuatu yang semakin lama dipendam, semakin jadi lebam. Sesuatu yang tidak bisa disembuhkan kecuali hanya dengan pertemuan. Tapi yang jadi pertanyaannya, apakah aku mampu untuk menemuimu? Karena, bahkan sekadar menyebut namamu saja tubuhku bergetar hebat, bagaimana bila aku benar-benar bertemu denganmu dan bilang kalau aku rindu? Aku tidak tahu deh, akan jadi seperti apa ceritanya. Iya, kau tahu aku pemalu dari dulu. Aku malu bila perasaan seperti ini diketahui banyak orang. K...